Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Dua jenazah Pengerja Migran Indonesia asal Bali, Menjadi korban gempa bumi di turki, yakni salah satu korban, Ni wayan supini,dipulangkan dan telah tiba di Bali pada Kamis (23/2).

133
×

Dua jenazah Pengerja Migran Indonesia asal Bali, Menjadi korban gempa bumi di turki, yakni salah satu korban, Ni wayan supini,dipulangkan dan telah tiba di Bali pada Kamis (23/2).

Sebarkan artikel ini

Dua jenazah Pengerja Migran Indonesia asal Bali, Menjadi korban gempa bumi di turki, yakni salah satu korban, Ni wayan supini,dipulangkan dan telah tiba di Bali pada Kamis (23/2).

PORTALSUMBA.COM, Beberapa waktu lalu, dua orang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali, dikabarkan menjadi korban gempa bumi di Turki, Jenazah salah satu korban, Ni Wayan Supini, dipulangkan dan telah tiba di Bali pada Kamis (23/2). Suasana duka dan isak tangis keluarga menyelimuti kedatangan jenazah Supini, perempuan yang tinggal di Dusun Tegal Besar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung ini, setibanya di Terminal Kedatangan Kargo Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Peti jenazah kemudian dimasukkan ke dalam mobil ambulan.

Pada kedatangan jenazah Supini, tampak hadir Kapolda Bali beserta Mabes Polri Hubinter, Polres Bandara, Dinas Ketenagakerjaan, Pemda Klungkung dan Dinas Ketenagakerjaan, Pemda Bangli dan Dinas Ketenagakerjaan, Polresta Denpasar, serta BP3MI.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan mengatakan, seperti diketahui bersama, kondisi saat ini ada satu korban gempabumi dari Denpasar dan dari Klungkung, yang tiba di Bali untuk selanjutnya dilakukan prosesi secara Hindu, Sejauh ini, rilis dari KBRI Turki, memang korban ada sebanyak 2 orang, katanya.

Diakuinya selama proses pemulangan, memakan waktu cukup lama, Hal ini lantaran kondisi saat ini di Turki tidak diketahui secara persis, khususnya kondisi geografisnya, Apalagi dengan adanya bencana yang tiba-tiba, kesiapan infrastruktur dan sarpras, tidak hanya mitigasi, namun pasca bencana di setiap negara memang berbeda, Hal itu kata dia, menjadi salah satu faktor lamanya proses pemulangan jenazah korban. “Inilah menyebabkan, KBRI juga telah inventarisasi dengan baik, mengingat yang terdata itu sebarannya tidak di satu tempat, Jadi dari kita di tanah air, belum bisa memastikan kondisi di lapangan seperti apa. Kita menunggu informasi resmi. Yang jelas, dari Kemenlu dan KBRI telah berupaya semaksimal mungkin, jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra menyampaikan, penyambutan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah, Khususnya Polri, diberi tanggung jawab untuk mengantar jenazah korban sampai tempat tujuan, Kami dari Mabes Polri mendapat perintah untuk mengurus ketibaan jenazah dari Jakarta sampai Bali, dan meneruskan kepada keluarga di Bali, Kami tentunya turut berbelasungkawa atas peristiwa ini, Tentunya ini menjadi duka bagi kita semua, dan juga bagi dunia untuk Turki, tuturnya.

Untuk membantu proses kelancaran dari mulai turunnya jenazah, sebanyak 80 personel diturunkan, Jumlah ini dikerahkan tentu untuk membantu semua proses, baik dari perjalanan, administrasi, di rumah duka dan di rumah sakit, “Jenazah informasinya akan diinapkan di Rumah Sakit karena di rumah keluarga sedang ada prosesi upacara keagamaan,” ungkapnya.

Suami korban, I Nyoman Ranten, 50, mengatakan, saat ini di keluarga besar tengah berlangsung upacara keagamaan, Untuk itu, saat ini menunggu hari yang tepat untuk bisa berkomunikasi dengan pihak keluarga besar. Kemungkinan, kata dia, dikomunikasikan usai upacara atau pada 6 Maret nanti, Prosesinya nanti, karena tidak boleh ngaben atau kremasi, karena sesuai aturan adat atau dresta di adat, kondisi ini dikategorikan mati salah pati. Sesuai perarem, tandasnya.

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *