Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Wisata

Festival Golo Koe Labuan Bajo Menjadi Arena Wisata Religi Budaya. Begini Respon Menparekraf Sandiaga Uno

110
×

Festival Golo Koe Labuan Bajo Menjadi Arena Wisata Religi Budaya. Begini Respon Menparekraf Sandiaga Uno

Sebarkan artikel ini


PORTALSUMBA.COM-Festival Golo Koe sukses diselenggarakan di Labuan Bajo. Festival ini berhasil merangkul semua anak bangsa dari berbagai suku, budaya, bahkan agama.

Festival Golokoe yang berlangsung selama enam hari, mulai dari tanggal 10 hingga 15 Agustus 2023, menjadi arena wisata religi budaya bagi para pengunjung yang memadati titik-titik yang menjadi lokasi penyelenggaraan festival, antara lain di Waterfront City kawasan Marina Labuan Bajo hingga Goa Maria Golokoe.

“Festival ini berciri inklusif, merangkul semua anak bangsa dari pelbagai suku, budaya, dan keragaman agama. Mari kita rayakan persaudaraan lintas batas dalam festival ini,” ujar Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat dalam keterangannya, Rabu (16/8/2023).

Tak hanya itu, Mgr. Siprianus Hormat menegaskan, Festival Golo Koe bukan sekedar event bertema religi, tetapi juga merupakan event pariwisata berciri inklusif dan sekaligus menjadi momentum perayaan kebersamaan lintas batas.

Gelaran Festival Religi berbalut seni budaya dan sekaligus lingkungan ini dibuka dengan pentas seni budaya, parade Marching Band dari SMPK St. Ignatius Loyola, parade budaya perwakilan 82 paroki, komunitas dan lembaga di Keuskupan Ruteng, serta drumband dari MAN Manggarai Barat.

Selain parade, beragam tarian dan ritual budaya setempat juga menyemarakkan Festival, seperti Tarian Sanda Lelang dan Jaga Wela Bombang, Penerimaan secara adat (Kepok Tiba Meka), dan Tarian Tiba Meka yang ditarikan 350 penari dari perwakilan SMAK St. Ignatius Loyola dan Unika Santu Paulus Ruteng.

Tarian Tiba Meka (menerima tamu) sendiri merupakan tarian khas Manggarai untuk menunjukan adab orang dalam Reis (menyapa), Raos (harmonis/persaudaraan) dan Raes (ada bersama).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan, penyelenggaraan Festival Golokoe dapat meningkatkan spiritualitas dan solidaritas antar umat beragama serta memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke kancah nasional dan internasional sehingga berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan.

“Kami berharap event ini dapat memberi kontribusi positif terhadap dunia pariwisata di Manggarai Raya, dengan terbukanya lapangan pekerjaan yang berdampak pada pertumbuhan perekonomian daerah,” kata Sandiaga.

Sebanyak 152 UMKM turut hadir meramaikan festival tersebut. UMKM yang berasal dari komunitas, paroki, dan perorangan baik dari bidang kriya, fashion, maupun kuliner di wilayah Keuskupan Ruteng yaitu Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur memberi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin berbelanja.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina mengungkapkan penyelenggaran event-event berskala nasional maupun internasional, sangat bermanfaat bagi UMKM lokal yang saat ini giat melakukan inovasi guna meningkatkan kualitas produknya.

“Penyelenggaraan event-event seperti ini menjadi peluang yang baik untuk penyerapan produk ekraf. Ke depannya, semua UMKM kami buatkan databasenya untuk keperluan pengembangan produk baik dari segi konten maupun kemasan, melalui program kolaborasi kami bersama Kemenparekraf seperti Bedah Kemasan Like Exotic NTT dan juga Floratama Academy, untuk membantu akses pasar lebih luas bagi para pelaku UMKM,” pungkas Shana.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *