Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaNews

Insiden kejadian pembunuhan warga negara asing lantaran saat mabok, hilang kontrol! Ini yang terjadi.

106
×

Insiden kejadian pembunuhan warga negara asing lantaran saat mabok, hilang kontrol! Ini yang terjadi.

Sebarkan artikel ini

Insiden kejadian pembunuhan warga negara asing lantaran saat mabok, hilang kontrol! Ini yang terjadi.

PORTALSUMBA.COM, Lepas Kontrol saat Mabuk Arak, Bule Australia Dibunuh Pemilik Warung Usut punya usut, insiden itu terjadi lantaran korban lepas kontrol saat mabuk, sehingga memantik kemarahan pelaku. Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo Pamungkas menjelaskan, kejadian ini bermula ketika Troy yang tengah liburan di Bali ini pamitan ke istrinya Ni Nyoman Purnianti, 30, untuk pergi minum-minum ke tempat kejadian perkara (TKP), Rabu (22/2) sekitar pukul 19.30.

“TKP hanya berjarak kurang lebih 50 meter dari tempat tinggal korban sementara,” ujar Bambang didampingi Kapolsek Kutsel Kompol I Nyoman Karang Adi Putra. Berselang satu jam, korban sempat mengirim pesan ke istrinya kalau ia masih minum di warung tersebut. Setelah itu Purnianti ketiduran dan terbangun keesokan harinya, Kamis (23/2), sekitar pukul 03.45.

Namun waktu itu Troy ternyata belum pulang. Sehingga sang istri yang berkebangsaan Indonesia tersebut memutuskan untuk mencari korban ke warung Uncle Benz. Purnianti juga mengajak adiknya I Gede Juni Artawan untuk mengecek bersama. Sesampainya di lokasi, hati wanita asal Lombok, NTB itu langsung mencelos. Karena mendapati Troy tergeletak di teras warung dengan berlumuran darah.

Tampak luka robek di kepalanya serta wajah. Purnianti pun langsung berlari memeluk pria bertato itu dan memanggilkan ambulans. Selanjutnya, korban dibawa ka RS BIMC Kuta. Naas, dokter menyatakan Troy sudah meninggal. Sehingga, Gede Juni melaporkan perkara itu ke polisi. “Sementara jenazah korban sekarang masih dititip di RSUP Prof Ngoerah Sanglah,” tambahnya.

Tim Opsnal Reskrim Polsek Kutsel segera menyelidiki kasus ini dan mengantongi identitas pelaku yang tak lain adalah pemilik warung. Hari itu juga, polisi dapat mengamankan Wijaya di rumahnya kawasan Banjar Werdhi Kosala Ungasan. Menurut pengakuan pelaku saat diinterogasi, dirinya mengenal korban baru dua hari.

Sebelum kejadian, Troy disebut memesan minuman beralkohol jenis arak di warung pelaku sambil mengajak pelaku minum bersama. Kebetulan kondisi warung sepi, hanya ada mereka berdua. Akan tetapi karena pengaruh alkohol, Troy bertindak tak terkontrol sampai ke luar warung. “Korban meracau, hingga melempar botol dan gelas ke jalan,” ucap Perwira Melati Tiga di pundak ini.

Bahkan, bule itu sampai mengencingi kaki kiri Wijaya. Melihat tindakan tersebut, pelaku menglaim sudah coba menenangkan dan memberitahu agar tidak bertingkah seperti itu. Bukannya tenang, kelakuan Troy semakin menjadi. Pria berkepala plontos itu memukul pinggang dan menggigit leher Wijaya.

Pelaku pun lari masuk ke dalam warung, tapi dikejar oleh korban. Bahkan Troy mencoba melempar kursi kayu ke arah pelaku. Maka Wijaya berusaha merebut kursi tersebut. Setelah, kursi berhasil direbut, pemilik warung ini kalap dan spontan memukulkan benda itu ke kepala korban. Troy lalu berjalan keluar dan akhirnya tersungkur di teras.

Berikutnya, Wijaya langsung menutup warungnya dan pulang, karena mengira korban hanya pingsan. Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman pidana 15 tahun.

Wijaya mengaku menyesal atas perbuatannya ini karena emosi sesaat. “Saya sangat menyesal, saya tidak bermaksud mengakhiri nyawa korban, hanya emosi sesaat,” tandas Wijaya di hadapan awak media.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *