Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHukumNasionalNews

Kasus Penipuan 18 Orang jadi Korban di Jembrana, IRT Janjikan Kerja ke Jepang

106
×

Kasus Penipuan 18 Orang jadi Korban di Jembrana, IRT Janjikan Kerja ke Jepang

Sebarkan artikel ini

PORTALSUMBA – JembranaKasus penipuan dalam bentuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau perlindungan pekerja migran Indonesia telah terungkap di Jembrana.

Pihak Reskrim Polres Jembrana berhasil menangkap pelaku, MM yang juga dikenal sebagai Ni Wayan FY (31), seorang ibu rumah tangga dari Banjar Dauh Pasar, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Kapolres Jembrana, AKBP Dewa Gde Juliana, bersama Kasat Reskrim Polres Jembrana Androyuan Elim, Kanit 4 Reskrim Polres Jembrana Iptu I Gusti A Kade Semara Putra, dan Kasi Humas Polres Jembrana AKP I Komang Muliyadi, mengungkapkan kasus ini pada Rabu, 6 September 2023, setelah menerima laporan dari 18 orang korban.

Baca juga:Polda NTT Bersama Jajaran Polres, Tangkap 52 Tersangka Kasus TPPO

Tersangka menggunakan modus dengan mengklaim memiliki agen keberangkatan bernama Ria Lestari alias Ria Mawali, yang menawarkan layanan perjalanan ke Jepang dengan biaya sebesar Rp5.000.000. Selain itu, para calon pekerja diminta membuat surat utang di LPD atau koperasi setempat untuk mendapatkan dana pinjaman hingga Rp200.000.000, yang akan dibayarkan secara dicicil setelah tiba di Jepang.

Dalam kurun waktu dari Agustus 2022 hingga Mei 2023, tersangka berhasil merekrut 35 orang dengan janji-janji palsu ini, namun hanya 18 orang yang melapor setelah tidak mendapat pelatihan yang dijanjikan dan kepastian tanggal keberangkatan ke Jepang.

Kejadian ini berawal ketika seorang saksi, berinisial Igs, tertarik dengan tawaran tersangka untuk membawa anaknya bekerja di Jepang. Igs membayar Rp5 juta kepada tersangka dan diminta mencari kandidat lain dengan biaya murah, yaitu 18 orang, agar anaknya bisa berangkat ke Jepang. Igs juga dijanjikan imbalan sebesar Rp2 juta dari setiap kandidat yang berhasil direkrut.

Baca juga:Waduh! Kasus Jual Beli Ginjal, Anggota Polisi Terima Ratusan Juta Batalkan Penyidikan

Namun, setelah para kandidat melakukan pembayaran, mereka tidak menerima pelatihan yang dijanjikan dan tidak ada kepastian terkait tanggal keberangkatan mereka. Akibatnya, para kandidat tersebut akhirnya melaporkan peristiwa ini kepada pihak berwajib.

Setelah menerima laporan, pihak berwajib melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka bersama dengan sejumlah barang bukti. Saat ini, tersangka diamankan di Polres Jembrana dan dijerat dengan beberapa pasal, termasuk pasal-pasal terkait pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan perlindungan pekerja migran Indonesia, serta pasal penipuan sesuai dengan hukum Indonesia.

Kapolres Jembrana mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati jika ada tawaran pekerjaan di luar negeri dan mengecek agen tenaga kerja terlebih dahulu,”Pungkasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *