Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahNews

Sedimentasi Bendungan Way Pisang 1 Sangat Parah, Banyak Lumpur dan Tumpukan Sampah Rata Dengan Pintu Air

155
×

Sedimentasi Bendungan Way Pisang 1 Sangat Parah, Banyak Lumpur dan Tumpukan Sampah Rata Dengan Pintu Air

Sebarkan artikel ini

PORTALSUMBA.COM, Lamsel – Kondisi Bendungan Kenaat atau Way Pisang 1 yang berlokasi di Dusun Sukamaju, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, kondisinya sangat parah. Karena sedimentasi lumpur dan tumpukan sampah kayu dan bambu yang sangat tebal setinggi 8 meter dan rata dengan pintu airnya. Sehingga tingginya sedimentasi di Bendungan tersebut menjadi ancaman bagi lahan pertanian di sekitar aliran bendungan ketika musim penghujan tiba nanti (15/08/2023).

Dampak dari sedimentasi endapan lumpur dan tumpukan sampah yang sangat tebal tersebut juga mempengaruhi daya tampung air. Nampak jelas terlihat aliran air hanya melintasi bendungan hanya selebar 1,5 meter. Padahal fungsi bendungan Way Pisang 1 adalah untuk untuk menampung debit air guna mengairi irigasi persawahan sampai ke Lebung Larangan Sukaraja – Suka Mulya dan sekitarnya.

Dengan kondisi bendungan yang sangat memprihatinkan tersebut, masyarakat meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, melalui Dinas Pengairan PUPR Lampung Selatan, untuk segera melakukan normalisasi atau pengerukan lumpur dan sampah yang menumpuk di Bendungan Way Pisang 1 agar daya tampung air bisa kembali normal dan tidak menyebabkan air meluap di saat musim penghujan tiba.

“Lumpur dan sampah yang menggunung sudah sejak 2 tahun lalu. Sampai saat ini belum ada tindakan dari Dinas Pengairan PUPR. Padahal sudah kami laporkan dan sudah diperiksa oleh petugas Bidang Pengairan dari UPTD Pengujian Kontruksi dan Bangunan Kecamatan Palas – Way Panji. Tetapi hanya foto-foto saja, ” Ungkap Supri saat ditemui di lokasi oleh Tim IWO-I Lampung Selatan, Senin (14/8/2023).

Supri berharap, kepada Pemkab Lampung Selatan melalui Dinas Pengairan PUPR untuk segera melakukan pengerukan sedimentasi endapan lumpur dan sampah yang menggunung di Bendungan Way Pisang 1 sebelum datang musim penghujan tiba. Sebab menurutnya, jika tidak segera ditangani maka saat musim penghujan debit air meluap ke daratan atau merendam lahan pertanian di sekitar bantaran bendungan, ” harap Supri.

Sementara saat dikonfirmasi KUPTD Pengujian Kontruksi dan Bangunan Palas – Way Panji, Sudrajat, S.E yang diwakili oleh Staf Bidang Pengairan, Ali Wardana membenarkan kondisi Bendungan Kenaat atau Way Pisang 1 sudah penuh dengan endapan sedimentasi lumpur dan sampah. Pihaknya telah melaporkan ke Dinas PUPR Kabupaten tentang kondisi bendungan yang butuh pengerukan.

“Ya, benar sudah kita ketahui tentang kondisi bendungan Kenaat atau Way Pisang 1 yang penuh dengan endapan lumpur dan sampah yang tebal dan menggunung. Dan sudah kita laporkan dan ajukan ke dinas sejak setahun yang lalu dan untuk dilakukan normalisasi. Namun sampai detik ini, belum terealisasi, dikarenakan anggaran belum ada. Itu jawaban dari Kabupaten, ” terang Ali Wardana kepada Tim IWO-I Lampung Selatan saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (14/8).

Ali Wardana menambahkan, dirinya selaku petugas dilapangan kadang merasa malu terhadap masyarakat. Karena setiap waktu harus update foto sebagai laporan ke dinas. Namun tanggapan masyarakat sinis, saat dirinya mengambil foto di lokasi.

“Untuk sementara waktu sebelum adanya realisasi dari dinas Kabupaten selaku yang punya kewenangan, maka kami himbau juga kepada masyarakat disekitar bantaran Kali Pisang, terutama di hulu untuk tidak membuang sampah ke kali. Karena menambah tumpukan sampah di pintu air Bendungan Kenaat atau Way Pisang 1, ” harap Ali Wardana.

Penulis : Nr
Tim IWO-I Lampung Selatan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *