Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHukumNasionalTNI polri

Victoria Lim: Laporkan Seorang Perwira ke Devisi Propam Polri, Atas Ucapan Kotor dan Sadis Seperti Ini!

278
×

Victoria Lim: Laporkan Seorang Perwira ke Devisi Propam Polri, Atas Ucapan Kotor dan Sadis Seperti Ini!

Sebarkan artikel ini

PORTALSUMBA – JAKARTA – Putri pengacara Alim Lim, Kate Victoria Lim melayangkan laporan kepada seorang perwira Polri yang diduga melakukan penghinaan dengan menyebutnya sebagai pekerja seks komersial (PSK).

“Maksud kedatangan saya ke Propam hari ini adalah untuk melaporkan seorang perwira polisi salah satu anggota Dit Tipid Siber Bareskrim Polri ke Propam,” ujar Kate kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/9).

Persoalan ini bermula kala dirinya mengirimkan link video YouTube kepada nomor diduga milik seorang perwira Polri berpangkat inspektur dua (ipda) inisial BS. Video tersebut tentang pendapat Kate mengenai kasus pencemaran nama baik yang menjerat ayahnya, pengacara Alvin Lim, yang ditayangkan di kanal YouTube Qoutient TV.

Lalu pada tanggal 20 Agustus 2023 saya mengirimkan video ke nomor WhatsApp tersebut berjudul ‘Keadilan Versi Kate Victoria Lim’ dari kanal YouTube Qoutient TV dengan maksud sang perwira bisa mendengar opini keadilan versi saya,” jelas Kate.

Baca juga: Polda NTT Bersama Jajaran Polres, Tangkap 52 Tersangka Kasus TPPO

Siswi SMA yang menantang debat terbuka Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, membuat laporan ke Divisi Propam Polri. Remaja bernama Kate Victoria Lim itu, mengadukan seorang perwira Polri yang diduga melakukan penghinaan, dengan menyebutnya sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Kate mengaku tak terlalu paham dengan kata-kata yang dimaksud dalam chat yang dikirimkan nomor diduga milik Ipda BS, gadis 16 tahun itu lalu melakukan penelusuran ke Google, guna mencari tahu maknanya.

“Ternyata artinya adalah pelaku tindak asusila yang menjual dirinya sendiri atau bisa dikatakan pekerja seks komersial, kata halusnya. Ini saya juga dikatakan sebagai anjing atau binatang padahal saya adalah manusia,” kata Kate.

Kate menyesalkan balasan dari nomor tersebut yang merendahkannya. Jika dirinya salah pun, ia siap ditegur dan dinasihati.

“Saya bersedia kok untuk ditegur, tidak harus dengan kata-kata fitnah dan hinaan seperti itu. Kok bisa membalas pesan rakyat seperti ini?” tuturnya.

Kate mengaku menyerahkan permasalahan ini kepada Propam Polri. Ia pasrah apabila laporannya diproses atau tidak oleh Propam. Meski begitu, ia tetap berharap agar ada tindakan terhadap pelaku.

“Saya harap perwira ini dicopot, karena apakah pantas membalas seperti ini kepada remaja yang sedang menyampaikan keluh-kesahnya? Dimana profesionalitasnya?” ujar Kate.

Belum ada keterangan dari pihak Polri atau humas menanggapi kasus ini.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *