Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaNewsSBDWisata

Wau! Pesona Danau Waikuri, Kecantikan Sumba yang Tersembunyi! 

91
×

Wau! Pesona Danau Waikuri, Kecantikan Sumba yang Tersembunyi! 

Sebarkan artikel ini

Wau! Pesona Danau Waikuri, Kecantikan Sumba yang Tersembunyi! 

PORTALSUMBA.COM, SBD – Laut bisa menjadi obyek wisata yang banyak digemari, namun wisatawan yang tidak pandai berenang akan “takut-takut mau” jika bermain ke pantai apalagi untuk berenang.

Kekhawatiran seperti itu bisa ditanggalkan jika berwisata ke Danau Waikuri atau Weekuri, sebuah laguna yang tersembunyi di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa tenggara Timur (NTT).

Danau ini terbentuk dari cekungan berdinding batu karang yang senantiasa terisi air dari laut lepas yang berada pada saat air pasang dan airnya terjebak ketika surut menjadi laguna sebening kaca yang memantulkan warna biru kehijau-hijauan.

Baca juga:Diduga Sabu, Simpan 43 Paket, Seorang Wanita Paruh Baya Diamankan Polres Siak!

Baca juga:Babinsa Koramil 421-03 Pnh , selalu di hati rakyat!

Di sela-sela batu karang yang menjadi pagar alami danau tumbuh beberapa pohon yang seakan menyembunyikan keindahan danau dari kejauhan.

Pada bagian dangkal dasar danau berupa pasir putih yang bersih tampak dengan jelas sedangkan di cekungan-cekungan dengan kedalaman bervariasi antara setengah meter hingga diperkirakan sekitar empat meter air bernuansa biru muda, hijau toska hingga biru gelap, memantulkan awan-awan putih yang berarak di atasnya.

Hingga pertengahan 2016. untuk memasuki danau pengunjung harus berhati-hati menapaki batu karang yang tajam, tetapi sebaliknya di dasar danau kaki-kaki bisa merasakan pasir putih yang lembut dengan air sejuk segar, sehingga orang dapat berenang dengan aman. Sesekali ikan-ikan kecil tampak berenang di antara pengunjung.

Sekarang pemerintah daerah setempat sudah menyediakan jalan setapak dan anak tangga bersemen dari bibir danau hingga menyentuh air, sehingga wisatawan bisa turun ke danau tanpa harus menanggung risiko tergores batu karang.

Baca juga:Ketua Aliansi Setia Nawaksara Indonesia, Sayangnya masih ada Toko yang jual Miras, Diberapi titik Banyuwangi!

Baca juga:Personel Babinsa Jajaran Kodim 1613 Sumba barat, Himbau Warga, Selalu Jaga Kebersihan Dan Keamanan!

“Senangnya bisa mengapung di atas air sambil melihat air,” kata Feo seorang remaja putri yang berwisata ke Waikuri. “Tidak ada ombak besar seperti di pantai dan tidak ada batu karang di dasar lain, jadi aman mandi-mandi di sini,,” tambahnya.

Mengapung di permukaan air sepertinya menjadi kegiatan yang disukai dan para wisatawan dengan senang hati mengajarkan cara mengapung kepada wisatawan lain yang belum bisa. Semacam kursus kilat mengapung di danau air asin.

Dan tentu saja, pada masa kini, para wisatawan tolong menolong untuk memotret atau yang “selfie”, “Wefie”, malahan ada yang membawa kamera bawah air untuk mengabadikan pesiar mereka.

Baca juga:PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Gelar Pisah Dan Sertijab Sambut General Manager.

Baca juga:Tim SAR Yonko 462 Kopasgat TNI AU Berhasil Evakuasi Korban Helikopter Bell 412/P-3001 Di Jambi

Pada hari-hari libur seperti hari Sabtu, Minggu dan hari-hari besar jumlah wisatawan sangat banyak sehingga danau terlihat penuh sesak, tetapi pada hari biasa jumlah pengunjung bisa dihitung dengan jari.

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menata obyek wisata yang menjadi andalan wilayah tersebut antara lain dengan menyediakan tangga bersemen dari bibir danau, malahan di teping yang melingkari danau juga dibangunkan jalur pejalan kaki dengan lantai semen, sehingga pengunjung bisa berjalan ke puncak tebing pembatas laut lepas dan laguna.

Pemandangan dari tebing menyuguhkan panorama laut lepas yang berada di antara pulau Sumba dan Flores tepat di atasnya serta di bagian timur hingga ke selatan terpampang luas Samudra Hindia, sedangkan Danau Waikuri di sisi dalam.

Beberapa orang menyambut gembira fasilitas bangunan jalan setapak tersebut, sebaliknya ada pula wisatawan yang kecewa karena menganggap pembangunan tersebut justru merusak keaslian alam yang cantik itu. Apalagi anjungan bersemen dengan pipa-pipa besi yang ditanam di danau sebagai papan loncat.

“Ini bukan kolam renang, jadi sebaiknya biarkan saja orang meloncat dari atas tebing, lebih alami,” kata Iwan, wisatawan lain.

Fasilitas lain yang dibangun adalah jalan setapak dari tempat parkir menuju tepi danau, MCK dan sebuah panggung kecil.

Baca juga:Pesona pantai Halete Sumba, Yang luar biasa, kunjungi yuk!

Baca juga:Klarifikasi! NAGARI AIR TIRIS, ada jauh sebelum masuknya Islam ke Kampar, Ini Jelasnya?

Kunjungan wisatawan yang semakin banyak juga diikuti dengan penduduk lokal yang berjualan makanan dan minuman seperti es kelapa muda, kopi, mi instan dan aneka makanan ringan juga pedagang kain tenun dan cendera mata khas Sumba.

Tiga tahun sebelum ini tidak seorang pun pedagang yang berjualan di tempat tersebut.

Kehadiran mereka menguntungkan pengunjung sehingga tidak perlu repot-repot membawa air minum atau makanan ringan, tetapi tanpa pengelolaan yang baik, sampah bekas bungkus makanan mulai terserak di sekitar danau, beberapa sampah plastik terlihat mengapung di danau.

“Dulu di sini ada terumbu karang, tetapi sekarang hilang,” ujar seorang pengunjung yang kecewa atas ulah wisatawan yang berdampak buruk bagi obyek wisata alam tersebut.

Pedagang kain dan cenderamata terlihat giat membuntuti pengunjung untuk menawarkan dagangan meskipun wisatawan terlihat tidak berminat membeli.(Ruben kaka)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *